Pojok IKM TalkShow Bersama Penggiat Industri Coffee Shop, Sukma Jaya dan Ari Wahyu Fathika Krisna

Pojok IKM TalkShow Bersama Penggiat Industri Coffee Shop, Sukma Jaya dan Ari Wahyu Fathika Krisna

Acara Talkshow Pojok IKM kali ini mengusung tema all about coffee, tepatnya membahas perjuangan para pelaku industri kopi dalam mengembangkan kopi varietas liberika di Kabupaten Tanah Laut.

 

Menghadirkan 2 orang Mitra IKM sekaligus entrepreneur muda Tanah Laut sebagai narasumber, yaitu Ari Wahyu Fathika Krisna seorang petani kopi sekaligus pendiri Night to Morning (NTM) Coffee Roastery dan Sukma Jaya yang juga seorang roastery sekaligus pemilik kedai kopi Santer Garage dan co-founder dari coffee shop Literaria Humilis.

 

Berawal dari sebuah komunitas kecil yang fokus melakukan edukasi tentang kopi di Tanah Laut bernama Apresiasi Kopi serta berbekal ilmu tentang kopi yang diperolehnya saat menjadi seorang barista pada salah satu kedai kopi di Kota Banjarmasin, Krisna memutuskan untuk terjun langung menggeluti kopi dari hulunya atau yang biasa disebut pengolahan primer. Hingga pada Tahun 2020 Krisna mendapat bantuan mesin roasting kopi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut melalui salah satu program Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

 

Saat ini NTM fokus dalam mengembangkan kopi lokal di Kabupaten Tanah Laut salah satunya  varian liberika yang merupakan varietas atau jenis kopi yang sangat langka di dunia. Di daerah Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, kopi liberika dikenal dengan sebutan kopi Azizah, Buryah atau Nangkah. Karena aroma khas dari kopi ini adalah dominan jackfruty atau nangka.

 

Untuk saat ini pasar yang dijangkau oleh NTM masih kedai kopi lokal dan beberapa kedai kopi diluar Kabupaten Tanah Laut.

 

Adapun usaha yang dibangun Sukma Jaya berawal dari kedai kopi kecil yang memanfaatkan sebidang lahan di samping teras rumahnya, kemudian dilanjutkan belajar menyangrai kopi secara otodidak, hingga akhirnya Sang Waktu mempertemukan Sukma dengan Krisna.

 

Dengan usaha keras dan kemauan untuk belajar di lingkungan komunitas kopi, Sukma mulai serius menggeluti bisnis roasting kopi. Dan pada Tahun 2021 Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tanah Laut menggandenganya menggarap program Literaria Humilis. Sebuah Coffee Shop yang dibangun di dalam area perpustakaan daerah sebagai daya magnet dalam menjalankan salah satu program Pemerintah Daerah yaitu meningkatkan budaya baca.

 

Kopi adalah konten pelengkap, buku adalah sajian utamanya jelas Sukma bersemangat.

Perharinya Santer Garage dan Literaria Humilis bisa menjual hingga 87 cup kopi. Sedang NTM dalam satu harinya rata-rata memproduksi 7 - 8 kilogram kopi.

 

Petani kopi di Tanah Laut sangat membutuhkan hadirnya para penyuluh pertanian dan penyuluh industri yang memang menjalankan perannya dalam melakukan edukasi serta mampu mensinergikan antara program Pemerintah Daerah dengan keadaan faktual di lapangan para petani kopi. Tegas Krisna.

 

Kami juga berharap, kedepannya pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah untuk para pelaku industri kopi di Tanah Laut lebih menitikberatkan pada edukasi proses menanam kopi dan proses pasca produksi. Kata Sukma.

 

Bagi yang penasaran ingin mencoba kopi hasil roasting Krisna dan kawan-kawan bisa hubungi via Instagram ntm_coffee , via tokopedia di Night to Morning Roastery atau langsung menghubungi Krisna via whatapp di nomor 0878 0022 5548.

 

Kawan-kawan yang pengen langsung menikmati secangkir kopi seduhan Sukma bisa datang langsung ke Santer Garage di Jalan Ahmad Yani, Desa Panggung, Pelaihari (seberang Politeknik Negeri Tanah Laut) atau kunjungi Instagram santergarage .

 

Selain support yang luar biasa dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Laut melalui LPPL Radio Tuntung Pandang FM, acara Talkshow Pojok IKM kali ini juga disiarkan langsung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut melalui Instagram dispusiptala .

 

Demikian ulasan Talkshow Pojok IKM kali ini yang langsung didampingi oleh Kasi Pemberdayaan Industri Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Aditya Nugraha, SH. Semoga menjadi daya ungkit ekonomi berbasis kerakyatan khususnya di Kabupaten Tanah Laut dan sampai jumpa minggu depan.

Bagikan halaman ini

Berita Lainnya

Link Terkait