
Tanah Laut — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja daerah melalui program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja.
Pada Senin, 30 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan audiensi sekaligus pelepasan peserta program study, magang dan kerja ke Jepang yang berlangsung di Ruang Bupati Tanah Laut.
Kegiatan pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Laut, Ir. Ulil Amri Bahtiar, ST, MP. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (P2TK) Disnakerin Kabupaten Tanah Laut, Akhmad Amarullah, ST, MT, serta Ketua LPK Pusat International Study Connect (PISCO), Warjiman, S.Kep., Ns., MSN.
Sebanyak empat peserta dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pusat International Study Connect (PISCO) dilepas untuk mengikuti program studi, magang, dan bekerja di Jepang sebagai caregiver (perawat lansia). Keempat peserta tersebut adalah Dwi Muhammad Nur Hilmi dan M. Rezha Firmansyah yang merupakan peserta program pelatihan dengan dukungan APBD Tahun 2025, serta Dini Sandira dan Noor Rifatul Azizah yang mengikuti pelatihan secara mandiri.
Para peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif selama 6 bulan hingga 1 tahun, meliputi kemampuan bahasa Jepang (kaiwa) setara level N4, pemahaman budaya Jepang, serta penguasaan huruf Jepang seperti Hiragana, Katakana, dan sekitar 300 Kanji.
Adapun program yang akan dijalani para peserta meliputi pendidikan bahasa Jepang, pendidikan kejuruan keperawatan lansia, hingga bekerja di fasilitas pelayanan lansia di Jepang. Mereka akan menempuh pendidikan di Nara Higashi Kokusai Kaigo Fukushishi Gakuen di Nara serta Ohara Gakuen di Osaka.
Program ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja pada sub kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berbasis klaster kompetensi, khususnya paket pelatihan bahasa Jepang yang bekerja sama dengan LPK PISCO. Dari total 10 peserta pelatihan yang dibiayai APBD Tahun 2025, sebanyak 2 orang berhasil lolos untuk mengikuti program caregiver ke Jepang.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyampaikan bahwa kesempatan yang diperoleh para peserta merupakan peluang yang tidak dimiliki oleh semua orang.
“Kalian adalah orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan ini. Tidak semua orang bisa berada di posisi kalian. Oleh karena itu, syukuri kesempatan ini dan jalani dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri tidak selalu mudah, namun akan menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam membentuk karakter dan profesionalisme.
“Di sana nanti tentu akan ada suka dan duka. Mungkin tidak selalu sesuai dengan bayangan, namun itulah yang akan menempa kalian menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga berpesan agar para peserta menjaga sikap, fokus dalam belajar, serta terus meningkatkan kemampuan berbahasa selama berada di Jepang.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut di kancah internasional.
Ke depan, pada bulan September 2026 direncanakan akan kembali diberangkatkan sebanyak empat peserta lainnya untuk mengikuti program serupa ke Jepang.
Tinggalkan Balasan