
PELAIHARI – Dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan keterampilan pelaku usaha kerajinan lokal, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pengembangan Produk Anyaman Purun. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai hari Senin, 8 Juni hingga Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Kantor Desa Liang Anggang.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh 20 orang peserta yang berasal dari empat desa di Kecamatan Bati-Bati, yaitu Desa Liang Anggang, Banyu Irang, Bentok Kampung, dan Pandahan. Untuk menunjang kelancaran acara, seluruh kebutuhan pelatihan termasuk konsumsi, alat dan bahan praktik, serta uang harian peserta sepenuhnya difasilitasi oleh Disnakerind Kabupaten Tanah Laut.
Acara pelatihan resmi dibuka oleh Kepala Bidang Industri Disnakerind Tanah Laut, Nurmaya Savitri, ST. MS. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya bagi industri kecil. Ia menekankan bahwa kerajinan anyaman purun memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas dan inovasi agar memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi.
Dukungan serupa juga diutarakan oleh Sekretaris Camat Bati-Bati, Helinda, S.Sos. Ia menaruh harapan agar ilmu yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara sungguh-sungguh demi meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendukung perkembangan usaha kerajinan lokal di wilayah tersebut.


Selama lima hari pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur dari Rumah Kreatif Pintar, yaitu Muhammad Arifin. Para peserta tidak hanya menerima materi teori pengenalan alat dan bahan, tetapi juga dilatih melakukan praktik langsung. Praktik tersebut meliputi dasar-dasar penggunaan mesin jahit, teknik penggabungan anyaman purun dengan kain motif (furing dan tali tas), hingga proses finishing dan quality control. Selain keterampilan teknis produksi, peserta juga dibekali dengan materi manajemen usaha dan personal branding guna menunjang pemasaran produk.

Pada hari terakhir, rangkaian kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Laut, Ir. Ulil Amri Bathriar, S.T., M.P. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia yang telah menyukseskan acara ini.
“Harapannya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam usaha sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga,” ujar Bapak Ulil Amri Bathriar. Ia juga menambahkan bahwa pengembangan produk bernilai tinggi ini diharapkan dapat mendorong ekonomi kreatif dan mewujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Menariknya, kendala keterbatasan sarana produksi seperti mesin jahit yang sering dihadapi perajin turut mendapatkan solusi dalam penutupan acara ini. Pimpinan Baznas Tanah Laut, H. Juhri, yang hadir dalam acara penutupan, menyampaikan bahwa Baznas memiliki program bantuan hibah dan modal usaha produktif bagi masyarakat yang memenuhi syarat administrasi. Menyambung hal tersebut, Kepala Disnakerind juga mendorong para peserta untuk aktif mengajukan usulan bantuan pengadaan sarana kerja, baik melalui Baznas, program CSR, maupun dana Desa. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi keberlanjutan usaha para perajin anyaman purun di Tanah Laut.
